Translations of this page?:

Bicara kosmetik dan komoditas penjagaan kecantikan, banyak wanita yang sering tergiur dengan nazar manis &amp; klaim dampak instan. Ditambah dengan adanya bermacam iklan yang seolah menciptakan aksen bahwa cewe cantik merupakan mereka yang berkulit putih meta. <br /> <br />Padahal tidak ada salahnya memiliki kulit berpoleng, yang diperlukan sama dengan bahwa kulit ini sehat. <br /> <br />Banyaknya pinta untuk memiliki kulit cantik &amp; putih, adakala dimanfaatkan kelompok yang tidak bertanggung jawab, dengan memproduksi kosmetik yang sanggup memberikan kinerja instan, namun secara kandungan materi-materi berbahaya. <br /> <br />Untuk itu, wanita harus teliti dalam menanggapi hal berikut. Perhatikan kemasan dari produksi yang hendak dibeli. baca artikel lengkap Apabila tidak ada tanda secara rinci di dalam pak, pastikan dalam selalu bertanya tentang lembaga yang siap di dalam produksi kecantikan yang akan dikenakan. <br /> <br />Lalu, kandungan apa sekadar yang gawat dan seharusnya tidak ada di dalam produk kosmetik? <br /> <br />Ditemui di dalam acara Saksama House BPOM, dalam rangka memperingati HUT BPOM RI ke 15, Kepala Pusat Pengujian Obat dan Pangan Nasional (PPOMN) Anny Sulistiowati, zat yang seharusnya tiada dalam produk kosmetik merupakan Teofilin, Antibiotika, Dioksan, Bithionol, Kloroform, Tretinoin, Pewarna CI 13065, Pewarna CI 12075 dan Pewarna CI 45170. <br /> <br />Zat yang seharusnya tidak ada, kecuali dengan pembatasan dan kondisi yang ditetapkan adalah p-Phenylendiamine, Resorsinol, Metanol, Kecut Salisilat, Triklokarban, dan lain-lain. <br /> <br />Bagi yang masih was-was tentang kesakinahan produk kosmetiknya, BPOM pun memberikan informasi mengenai produk-produk kosmetik yang telah dinyatakan damai oleh BPOM melalui situs resmi BPOM.

berikut-tips-memilih-kosmetik-yang-aman-31596.txt · Last modified: 2016/03/01 14:44 by isaksenholt94